SOCIAL MEDIA

Zero Kilometer Gastronomy, Cara Baru Lindungi Bumi Lewat Makanan

Wednesday, December 19, 2018


Sebagai generasi muda udah seharusnya kita aktif menjaga lingkungan. Dari hal-hal yang sederhana aja, seperti nggak pakai sedotan plastik #NoStrawMovement, nggak buang sampah di sungai, hemat energi, dan menanam pohon. Aksi kecilmu sangat berarti buat bumi, lho!


Satu lagi nih cara "save the earth", yaitu Zero Kilometer Gastronomy. Apa sih itu? Zero Kilometer Gastronomy atau gastronomi nol kilometer (KM 0) adalah seni menyiapkan hidangan lezat dimana makanan diproduksi dan dikonsumsi secara lokal. Artinya, bahan-bahan yang dipakai buat memasak nggak perlu melalui rantai perdagangan global, tapi bersumber dari petani, peternak, dan ahli kuliner lokal. Tujuannya buat ngurangin dampak polusi yang dihasilkan dari proses distribusi bahan makanan, juga buat mendukung pasar lokal. Konsep ini sendiri tercipta pertama kali di Italia dan sekarang jadi trend.

Lalu gimana cara ngaplikasiin Zero Kilometer Gastronomy? Sebenarnya gampang, kok. Ketika mau makan, pilihlah makanan yang dimasak dengan bahan-bahan lokal. Kalau kamu lagi di Bali, makanan dengan konsep gastronomi 0 KM bisa kamu temuin di MeliĆ” Bali, Nusa Dua, lho. Sang chef, I Ketut Sumarta, sangat memegang erat konsep ini. Semua menu masakannya memanfaatkan hasil bumi di Bali. Salah satu menunya adalah Coco Bowl, dessert berupa kreasi buah-buahan warna-warni yang disajikan di dalam mangkuk yang terbuat dari kelapa. Sounds yummy!

Coco Bowl

Selain itu, ketika mama atau ART masak, coba deh bilang sama mereka buat pakai bahan-bahan yang dihasilkan di daerah tempat kamu tinggal dan kurangi pemakaian bahan makanan impor. Lebih bagus lagi kalau kamu dan keluarga bisa menanam sayur, buah, dan bahan dapur lainnya sendiri di halaman rumah. So, nggak cuma ngurangin polusi, keluarga kamu juga bisa berhemat. Asik, kan? Yuk, selalu jaga bumi kita tercinta! ;)



No comments :

Post a Comment

Instagram